RIM Bakal PHK 16.500 Karyawannya

RIM (Research In Motion) selaku produsen smartphone yang produknya telah digunakan oleh banyak konsumen di seluruh belahan dunia, ternyata institusinya tersangkut pula permasalahan internal. Rencananya, RIM bakal melakukan PHK massal terhadap beberapa karyawannya. Kebijakan ini tak mungkin bakal mencuat jika tanpa sebab.

Sepeti yang dikutip thePONSEL dari Time, kebijakan RIM ini dilakukan untuk menghemat cost financial perusahaan hingga menggelontorkan dana mencapai 1 milliar dollar US di tahun ini.

Efek dari PHK massal tersebut, manajemen RIM terpaksa harus mengurangi beberapa posisi dan jabatan. Hal ini akan berlanjut terus hingga menemukan solusi yang konkrit. Bagai petir yang menyambar di siang bolong jika kabar dadakan ini menimpa karyawan perusahaan bertaraf internasional ini.

Menurut rentetan sebelum kebijakan ini diberlakukan, persisnya awal Mei 2012 jumlah karyawan RIM mencapai 16.500 karyawan dan pihak RIM telah memangkas jumlah karyawan hingga 2000 orang di bulan Juli tahun 2011 kemarin. RIM bakal memberikan keterangan terbaru ketika merilis laporan finansial di kuartal dua tahun ini persisnya pada tanggal 28 Juni nanti. Perkara berapa jumlah karyawan yang telah diPHK maupun kandidatnya pihak RIM menolak untuk menginformasikannya.

Informasi dari lemabaga riset perusahaan Jeffries yakni Peter Misek mengatakan, RIM sebenarnya masih bisa merealisasikan kebijakan tersebut dengan memberhentikan karyawan sejumlah 6000 orang saja. Sebab income milik RIM tak akan mampu menutupi cost operasional. Untuk itu bisa jadi RIM harus lebih melakukan langkah tersebut secara fleksibel.

Menurut analis dari perusahaan riset Jefferies, Peter Misek, RIM setidaknya bisa melakukan PHK 6.000 karyawan. Menurutnya, basis pendapatan RIM tidak akan menutupi biaya operasional perusahaan. Karena itulah, RIM harus lebih fleksibel.

Padahal RIM telah lama mendominasi pasar ponsel pintar hingga mengglobal di seluruh dunia meski hanya mengandalkan kecanggihan server BlackBerry Messenger nya. Namun di balik itu, pihak RIM jusru memberikan kebebasan pada karyawannya mengenai kepentingan penggunaan perangkat komunikasi nya yang dikenal dengan istilah di kalangan korporat seperti BYOD (Bring Your Own Device).

Alhasil, dari tren tersebut maka makin tak terbendung lagi bahwa karyawan RIM banyak yang menggunakan device selain BlackBerry. Malahan banyak yang menggunakan device berbasis operating system Android dan iOS (iPhone) sebagai penunjang aktifitas kesehariannya. Dan BlackBerry sebagai product yang harus mereka seriusi terkesan dinomer dua kan.(AE/thePONSEL)

vote
Article Rating
Share this:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments