Jadi Emiten ke-10 di Bursa, Saham Anabatic Melesat Hingga 17% dari Penawaran Awal

Saham-AnabaticSetelah awal Juni lalu mengumumkan rencana melepas 30% sahamnya ke publik, PT Anabatic Technologies Tbk akhirnya secara resmi mencatatkan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kose “ATIC”, Rabu (8/7). Anabatic menjadi emiten ke-10 yang listing di bursa tahun ini. Perseroan melepas 375 juta lembar saham baru atau 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam IPO.

Saat listing, saham Anabatic langsung melesat 14 persen menjadi Rp 800 per saham dari harga penawaran umum saham perdana (Initial public offering/IPO) Rp 700 per saham. Sesaat setelah listing, saham ATIC sempat mencapai level tertingginya di Rp 825 atau naik 17 persen dari harga penawaran.

“Kita akan menggunakan 50 persen dana IPO untuk pengembangan pasar, 30 persen dana untuk pelunasan utang dan sisanya untuk memperkuat operasional bisnis dan modal kerja,” ungkap Handojo Sutjipto, Presiden Direktur PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) saat pencatatan saham perdana di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Adapun hutang yang akan dilunasi itu adalah fasilitas kredit Rp 10 miliar dari PT Bank Resona Perdania, demand loan Rp 9,5 miliar dan US$ 8,4 juta dari PT Bank OCBC NISP Tbk, invoice financing US$ 7,5 juta dan US$ 15 juta dari PT Bank Permata Tbk.

Proses IPO ini cukup membanggakan karena diantara investor institusi yang membeli saham Anabatic ialah TIS, salah satu perusahaan raksasa bidang TI asal Jepang. TIS adalah anak perusahaan dari IT Holdings Corporation yang menyediakan beragam solusi IT di antaranya layanan sistem integration, custom-developed systems, data center, dan cloud. Selain itu, TIS memiliki sistem dukungan global yang luas terutama di China dan negara-negara ASEAN.

Dengan deal tersebut, TIS akan menjalin kerjasama yang semakin erat dengan Anabatic untuk menggarap pasar Indonesia dan ASEAN. “Ini pengakuan TIS terhadap Anabatic yang cukup kuat di Indonesia, khususnya di sektor perbankan Indonesia dan lembaga jasa keuangan. Melalui perjanjian kemitraan ini, TIS dan Perseroan sepenuhnya akan memanfaatkan kekuatan masing-masing dan memfokuskan upaya pada penguatan bisnis global. Hal ini dilakukan dengan memperluas layanan dan dukungan yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan Jepang di ASEAN, serta memberikan nilai tambah yang tinggi terhadap solusi IT, termasuk sistem perbankan inti untuk klien regional,” ungkap Handojo.  “Kami yakin, dengan tambahan modal ini, tahun 2015 Anabatic akan bisa merealisasikan targetnya tumbuh sekitar 22%,” jelas Felix Purwadi Mulia, Direktur Keungan  PT Anabatic Technologies.

vote
Article Rating
Share this:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments