Cara Mudah Backup Data Pribadi dengan Google Takeout

Google_Takeout
Singkronisasi data pribadi maupun file penting ke layanan cloud storage (penyimpanan awan), sudah bukan hal baru bagi pengguna ponsel Android. Untuk yang hobi gonta-ganti ponsel, layanan singkronisasi ini sangat penting. Pasalnya, Anda tidak perlu susah payah menyalin data maupun file ke ponsel baru secara manual, tinggal manfaatkan fasilitas singkronisasi ini saja dan semua data tersebut secara otomatis akan masuk ke ponsel baru.

Untuk pengguna Android, layanan cloud yang terintegrasi langsung diantaranya Google Drive, Google photos dan Google Play Games (untuk menyimpan data permainan/game). Sementara untuk data pengguna yang tersingkronisasi umumnya berupa email, daftar kontak (phonebook), notes, kalender, riwayat lokasi yang terdeteksi melalui Google Maps, foto, dokumen hingga video.

Meski pihak Google menjamin keamanan semua data tersebut, namun namanya layanan online pasti rentan terhadap serangan hacker. Atau jaga-jaga jika sewaktu-waktu Anda lupa password untuk masuk kea kun Google tersebut. Nah supaya semua data tetap aman terkendali, ada baiknya Anda pun tetap menyimpan backup-an data tersebut secara personal, misalnya ke harddisk eksternal.

Di sini, Anda bisa mencoba layanan yang disebut Google Takeout. Selain menawarkan fasilitas backup data, Google Takeout juga bisa dimanfaatkan untuk migrasi satu akun Google ke akun Google lain milik Anda (jika Anda punya lebih dari satu akun Google loh).

Buat yang ingin menjajalnya, bisa menyimak langkah-langkah berikut ini.
1. Masuk ke situs https://myaccount.google.com/intro/privacy dari browser ponsel atau desktop PC. Sign in menggunakan akun Google yang datanya ingin dibackup.

2. Secara otomatis, Anda akan dibawa ke halaman Google Takeout. Cari opsi ‘Kontrol konten’.

3. Dibagian ‘Download data Anda’, tap BUAT ARSIP.

4. Langkah selanjutnya ceklist data apa saja yang ingin Anda tambahkan untuk dibackup. Jika sudah, pilih ‘Selanjutnya’. Anda akan menjumpai informasi jumlah konten data yang siap dibackup beserta beberapa opsi tambahannya.

5. Di tab “Sesuaikan format arsip”, tentukan Jenis file sesuai kebutuhan ( .zip, .tgz, atau .tbz). Kemudian, pilih Ukuran arsip maksimal data backup. Terakhir, tentukan metode pengiriman informasi link download yang paling mudah bagi Anda (bisa email, drive, dropbox maupun OneDrive). Berikutnya, tap ‘Buat arsip’ untuk memulai proses pembuatan data backup.

6. Pembuatan data backup ini membutuhkan waktu yang agak lama, tergantung kapasitas file backup (bisa hitungan jam atau bahkan hari). Namun jika prosesnya sudah selesai, Anda otomatis akan mendapat informasi link untuk mengunduh file data backup tersebut.

7. Buka tautan tersebut untuk melihat detil data backup. Perlu diingat, link tersebut hanya valid selama 7 hari.

8. Untuk mulai mendapatkan file backup tinggal tap ‘Download’, dan tentukan lokasi folder penyimpanan data backup tersebut.

9. Selesai. Anda pun sudah memiliki data backup dari akun Google untuk disimpan di tempat yang aman.

Selamat mencoba!

More in Tips & Trik
Tips-Smartphone
Ini Hal Penting Sebelum Membeli Smartphone

Close